cerita inspirasi diri sendiri

Nama              : Venny Febriyany

NRP                : B04100192

Laskar            : 6(Enam)

JANGAN MENYERAH

Aku adalah anak k-3 dari 8 orang bersaudara,ayahku seorang guru dan ibuku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.Aku duduk di bangku SMK selama 3 tahun mengambil jurusan peternakan.Setelah aku tamat,aku bingung mau melanjutkan kuliahku di perguruan tinggi mana,sebenarnya sejak awal aku ingin melanjutkan kuliahku di IPB(Institut Pertanian Bogor) mengambil fakultas kedokteran hewan tetapi keadaan ekonomi keluargaku tidak begitu mendukung untuk aku melanjutkan pendidikanku,akhirnya aku mendaftar kuliah di perguruan tinggi negeri di daerahku tetapi hati kecilku masih sangat ingin kuliah di IPB,sampai pada akhirnya aku memberanikan diri memberitahukan orang tuaku tentang keinginanku itu tetapi orang tuaku tidak begitu yakin aku akan di terima di IPB,kalaupun di terima orang tuaku tidak akan mampu membayar biaya masuk kuliahku tetapi akhirnya merekapun merestui keinginanku itu.sampai pada akhirnya akupun segera mendaftar SNMPTN yaitu jalur untuk bisa masuk IPB satu-satunya karena jalur yang lain sudah tertutup. Satu hari sebelum tes SNMPTN akupun berangkat dari kampungku ke kota Makassar untuk mengikuti tes SNMPTN selama tiga hari dengan bekal belajar seadanya dan restu kedua orang tuaku.Selama tes di Makassar,setiap malam ak tak henti-hentinya berdoa agar diberi kemudahan & kelancaran dalam menjawab soal-soal tes SNMPTN tersebut. Setelah tiga hari akupun kembali kerumah dengan menempuh perjalanan selama 4jam dari kota Makassar,karena pengumuman kelulusan SNMPTN keluar satu bulan setelah tes.Selama menunggu pengumuman selalu bertanya kepada kedua orang tuaku,”akankah aku lulus???” Orang tuakupun selalu meyakinkanku mereka berkata yang penting kamu sudah berusaha,sekarang tinggal kita berdoa karena tidak ada yang susah kalau Allah sudah menghendaki,dengan nasihat orang tuaku akupun kembali percaya diri.Setelah satu bulan menunggu,akhirnya pengumuman SNMPTNpun keluar dan Alhamdulillah akupun diterima di IPB.Aku langsung memberitahukan berita gembira ini kepada orang tuaku,merekapaun turut bahagia tapi ditengah-tengah kebahagiaan itu terselip kesedihan,dimana kami mendapatkan biaya masuk sebesar itu???.Awalnya aku tidak ingin melanjutkan keinginanku untuk kuliah di IPB karena aku tahu orang tuaku tidak akan mempunyai uang untuk biaya masuk yang jumlahnya tidak sedikit.Setiap selesai shalat aku selalu berdoa agar di berikan jalan yang terbaik dalam setiap langkah yang kuambil.Hhhhmm….mungkin memang sudah jalannya.,Tiba-tiba handphone ayahku berbunyi dan ternyata yang menghubungi adalah saudara jauh ayah yang tinggal di Jakarta,merekapun berniat untuk meminjamkan kami uang untuk keperluan kuliahku. Subhanallah..Allah telah memperlihatkan kebesarannya kepada keluarga kami dengan jalan yang tidak kami duga-duga.Akhirnya akupun kembali bersemangat untuk kuliah di IPB karena sudah mempunyai biaya untuk masuk.Sekarang aku tinggal berjuang agar bisa mewujudkan cita-citaku & cita-cita orang tuaku yaitu menjadi Dokter Hewan.

Mudah-mudahan cerita singkat ini bisa menjadi inspirasi kepada teman-teman semua.Pesanku jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita,karena Allah selalu mendampingi kita selama kita mau berusaha & selalu berdoa.

Comments

cerita inspirasi tentang orang lain

Nama              :Venny Febriyany

NRP                :B04100192

Laskar            :6(Enam)

PENGORBANAN SEORANG AYAH

Indah adalah gadis kecil yang cantik,tetapi sayang nasibnya tidak seberuntung teman-temannya yang lain,karena ia sudah ditinggal pergi ibunya saat melahirkannya,sekarang ia hanya tinggal bersama ayahnya.Pada saat usianya mulai menginjak remaja,ia mulai sering merasakan sakit di bagian belakang pinggangnya.Hingga Indah yang tadinya adalah gadis periang belakangan ini menjadi lebih pendiam, pemurung, dan cenderung lebih suka menyendiri. Ayahnya pun mulai bertanya-tanya,ada apa dengan anaknya Indah???sampai pada akhirnya ia menjadi anak yang pendiam.Ayahnya yang begitu sayang padanya,akhirnya memutuskan membawa indah untuk periksa ke dokter. Ternyata usaha yang dilakukan Ayahnya tidak sia-sia,setelah mendapat hasil tes dari dokter diketahuilah penyakit indah yaitu penyakit gagal ginjal. Dari hari ke hari Indah semakin mengurung diri dan  tidak ingin bertemu dengan teman-temannya.Sampailah suatu ketika Ayahnya mengabari bahwa ada seorang dari surga yang akan membantu Indah untuk memperbaiki ginjalnya melalui proses operasi pencangkokan ginjal.Indah sangat bahagia sekali…mendengar berita itu meskipun dalam hati ia bertanya-tanya siapa gerangan orang ini dan apa bisa ginjalnya di cangkok menjadi bagus seperti ginjal yang satunya lagi.Singkat cerita operasi itupun berjalan lancar dan sukses. Kini Indah memiliki dua ginjal yang normal seperti teman-teman lainnya. Dan tentu saja sejak saat itu Indah kembali menjadi gadis yang periang dan kembali aktif seperti sedia kala. Akan tetapi didalam hatinya ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Siapakah Gerangan orang dari Surga tersebut yang telah begitu mulia mau mencangkokan ginjal bagi dirinya. Namun setiap kali hal ini ditanyakan pada Ayahnya, Indah selalu mendapat jawaban “Sayang kelak kamu akan tahu dengan sendirinya siapa orang itu.
Sampailah Indah kini sudah menjadi orang Dewasa yang sudah bekerja di luar kota dan tinggal jauh dari kedua orang tuanya.
Suatu ketika Indah begitu kaget mendapat berita bahwa Ayahnya dalam kondisi sakit keras dan Kritis. Segera saja Indah memutuskan untuk mengambil cuti dan segera menengok ayahnya. Sayang sekali begitu Indah tiba dirumahnya Ayahnya telah pergi mendahului untuk berpulang pada Tuhan Yang Maha Kuasa
Indah bagitu sedih, kaget dan yang membuatnya lebih terpukul lagi manakala ia melihat Ayahnya sedang dimandikan, dan menemukan bekas jahitan operasi di belakang pinggang ayahnya yang sama persis dengan dirinya.Indah tidak pernah menyangka bahwa jika selama ini ayahnya selalu mengeluh kesakitan gara-gara telah mendonorkan ginjalnya kepada dirinya.Indah mulai menitikkan Air Mata… betapa ia tidak pernah mengetahui bahwa orang yang datang dari Surga itu ternyata adalah Ayahnya sendiri dan kini tanpa sepengetahuannya pula orang tersebut telah kembali lagi ke Surga tanpa Indah berada disampingnya.Para teman-teman semua….sadarkah kita bahwa sesungguhnya begitu besar cinta seorang Ayah pada anaknya sama seperti cinta seorang ibu kepada anaknya…apapun rela ia korbankan demi anaknya tercinta….Ayah kita tidak pernah meminta apun sebagai imbalannya. Tapi mengapa terkadang hanya untuk mendengarkan atau mengikuti nasehatnya saja kita begitu sulitnya, meskipun sesungguhnya nasehat-nasehat itu hanya untuk kebaikan hidup kita dan sama sekali bukan untuk kebaikan Ayah kita.

Mudah-mudahan cerita INDAH ini dapat menginspirasi kita semua..Amieen

Comments